It’s official

Yorushika (ヨルシカ) has been on my playlist for a while but they just really become my most favorite artist.

Nobody else comes close.

The music, the vocals, the lyrics of their songs, and the overall vibe of their works which always radiate this strange acceptance of sadness and the will to keep moving forward? I love all of those.

I hope they will be getting more successful and can keep releasing more songs like this in the future.

Dusting Off

To say that a lot of things have changed these past few months would be quite an understatement. For me, personally, it’s been quite difficult, challenging, and for sure, many other changes would happen in the coming weeks. But what I can say for now is these:

  • my contract with Henri SELMER Paris has ended
  • I’ve gotten myself a new, permanent contract with another company
  • will update you more about it in the coming weeks, but for now I can say, quite comfortably, that–boy–I made a good choice to learn Python and Cast3m.

That’s it. Finally, please enjoy this ridiculously cool advert that just popped up on my Instagram’s feed:

C’est pourquoi je dis : « Connaissez l’ennemi et connaissez-vous vous-même ; en cent batailles vous ne courez jamais aucun danger. »

Quand vous ne connaissez pas l’ennemi mais que vous vous connaissez vous-même, vos chances de victoire ou de défaite sont égales.

Si vous êtes à la fois ignorant de l’ennemi et de vous-même, vous êtes sûr de trouver en peril à chaque bataille.

Sun Tzu, L’art de la guerre

Di Bruges

“Bruges. Where is that?”

Tidak jauh dari Brussels, menaiki kereta api satu kali tanpa transit, aku tiba di sebuah tempat yang digadang-gadang sebagai kota paling terkenal di Belgia. Begitu menginjakkan kaki di sana, aku pun langsung menyadari bahwa berita yang kudengar dari kota itu tidak main-main: the hype is real. Ratusan turis mengalir keluar dari stasiun setiap detiknya, melangkah beramai-ramai menuju halte bus, atau berjalan kaki, atau membuka sepeda lipat mereka dan mulai melaju menuju pusat kota.

Bruges. Aku mengetahui nama kota ini dari sebuah film. Selain itu, aku tidak tahu apa-apa lagi mengenainya. Situs wisata apa yang terkenal, makanan khas setempat, lokasi-lokasi untuk pestanya, tempat kumpul anak muda, komunitasnya, sama sekali tidak ada yang kuketahui. Aku tidak punya ekspektasi sama sekali mengenai apa yang akan kuhadapi di sana atau apa yang kuharapkan dari kota itu.

Or… maybe I did?

Continue reading “Di Bruges”

Wafel Cokelat dan Patung Buang Air Kecil di Brussels

Musim dingin telah tiba di Eropa sejak pertengahan November. Namun, baru di Brussels aku benar-benar merasakan dampak yang dibawanya. Bertolak dari Luxembourg yang relatif hangat dan cerah, aku disambut di Brussels, ibukota Belgia, dengan udara yang dingin membeku. Langit diselubungi oleh awan kelabu, angin bertiup cukup kencang hingga membuat seorang pengendara sepeda nyaris kehilangan keseimbangannya dan harus berpegangan pada tiang lampu rambu lalu lintas, dan orang-orang berjalan kaki dengan cepat, merundukkan kepala serta memasukkan tangan ke saku mereka masing-masing.

Continue reading “Wafel Cokelat dan Patung Buang Air Kecil di Brussels”

Naik-Turun Lembah di Luxembourg

Lebih dari dua minggu lalu, ujian akhir semester saya di Perancis akhirnya selesai. Setelah berhari-hari hanya tidur beberapa jam demi belajar, mengonsumsi kopi bergalon-galon, dan datang ke kampus dengan mata merah, liburan natal dan tahun baru akhirnya tiba. Saya pun melakukan sesuatu yang sudah saya rencanakan sejak lama: mengemasi pakaian, alat mandi, celana training, dan pakaian dalam secukupnya ke dalam tas carrier dan berangkat meninggalkan asrama. Dengan menggunakan kereta TER yang berangkat dari Gare de Nancy, saya memulai perjalanan saya traveling keliling Eropa.

Continue reading “Naik-Turun Lembah di Luxembourg”